Minggu, 02 Juni 2013

KRITIKKAN SISTEM POLITIK YANG ADA DI INDONESIA





KRITIKKAN SISTEM POLITIK YANG ADA DI INDONESIA
Oleh: Didi Supardi


Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa kancah dunia politik khususnya di negara Indonesia sangat kentara dengan upaya manipulasi dan kelicikan dari berbagai pihak. Walaupun saya kira tidak semuanya pelaku politik di Indonesia melakukan praktek perpolitikan yang sama. Namun, di sini saya mencoba memberikan kritikan terhadap kancah dunia perpolitikan Negara  kita, karena realitas menunjukkan bahwa politik di negara ini sudah sangat kentara dengan praktek politik yang tak beretika. 

Politik merupakan salah satu aspek yang sangat signifikan dalam keberlangsungan suatu negara. Baik – buruknya perkembangan suatu negara sangat tergantung pada sistem politik yang digunakan dan subjek atau pelaku dari sistem politik tersebut. Sering kali kita lihat, orang yang senantiasa menggebor-geborkan kemurnian berpolitik namun kenyataannya ia juga yang melakukan manipulasi purity dalam praktek   berpolitik. Ini menunjukkan  bahwa dalam kancah perpolitikan negara  kita selalu ada- kawasan  moralitas yang sangat sensitif-, sehingga sering kali para pelakunya tidak bisa bersikap konsisten terhadap tujuan atau prinsip yang dikukuhkan sebelumnya.
 Kini yang harus kita pertanyakan, adakah etika berpolitik yang harus kita pegang?  Mungkin pertanyaan tersebut sering  kali  muncul dalam benak pikiran kita, di sini kita hanya bisa menilai dan menganalisa sejauh pengetahuan kita mengenai etika berpolitik di negara ini. Perihal etika berpolitik, saya kira perlu adanya pengkajian ulang terhadap hal ini, mengapa demikian?   Karena permasalahan politik ini merupakan permasalahan yang signifikan yang solusinya mungkin takkan bisa kita temukan secara spontan, tapi perlu adanya pengkajian dan analisa yang lebih mendalam dan radikal dalam menyelesaikan permasalahan ini. Kita yakini bahwasanya aspek politik merupakan salah satu aspek yang akan menentukan kedigdayaan suatu negara, di samping ekonomi dan militer.
Banyak negara di dunia yang kemudian menjadi negara yang besar dan berkembang  karena kelincahannya dalam berpolitik, misalnya  AS yang mungkin kita semua sudah  meyakini kelincahan politiknya. Semua kebijakan yang AS lakukan, sedikit banyaknya  akan  mempengaruhi  kebijakan  negara-negara lainnya di dunia, baik  itu  kebijakannya dalam  bidang  ekonomi, sosial, budaya, dan militer. Kita lihat realitas  yang  ada, AS dewasa ini menjadi negara yang mempunyai kekuasaan  politik yang  universal. Di bidang ekonomi, sistem kapitalisnya digunakan dan diadopsi oleh hampir seluruh negara di dunia. Kemudian sistem politiknya, militernya, dll hampir semua negara di dunia mencoba menerapkan dalam sistem kehidupan  negaranya.  Bagaimana dengan negara kita?  Tak disangsikan lagi, negara yang  konon  katanya merupakan negara yang beragam baik itu beragam dalam bentuk etnies, budaya, bahasa, agama, dll, keberagamannya itu sangat  mempengaruhi etika berpolitik di negara ini.
Bagaimana  tidak, orang-orang yang  kemudian  berkecimpung di dunia politik dengan  tujuan  membawa  perubahan  bagi  indonesia, tapi  pada kenyataannya  ketika  kesempatan  itu  ia  peroleh tujuan tersebut seolah terhapus oleh  sistem yang ada, dan mayoritas  mereka  menginginkan perubahan hanya untuk memudahkan  kepentingan  politik  bagi  golongannya. Kebanyakan dari mereka tidak bis  mempertahankan idealisme yang ingin ia capai. Dalam arti singkat, tidak adanya konsistensi  dari  pelakunya.  Sekali lagi  ini menunjukkan bahwasanya dalam dunia politik ada kawasan moralitas yang sangat sensitif, dan ke-sensitif-annya itu bisa disebabkan oleh praktek manipulasi yang sudah menjadi tradisi dari para founding father kita, praktek money laundry  yang  kini  tengah  booming dibicarakan, KKN yang sudah menjadi adat, Money Policy, dll. 
 Namun, di sini kita tidak berhak dan kurang bijak  jikalau kita men-judge para pelaku politik itu dengan predikat negatif, karena  banyak juga di antara mereka yang  kemudian  berjuang  mati-matian  untuk merubah dan membawa perubahan dan perombakan dalam sistem politik di negara kita.  Melalui tulisan ini, saya tidak bermaksud men-judge negatif para politisi negara kita secara keseluruhan, karena saya  tidak  mempunyai  landasan yang normatif dan tidak mempunyai hak untuk melakukan hal itu. Namun, di sini saya mencoba menuangkan kritikan saya terhadap politisi atau pelaku politik di negara kita, agar mereka bisa bersikap konsisten terhadap tujuan yang ingin mereka capai untuk mensejahterakan dan membawa perubahan bagi bangsanya. Dan perlu kita ingat, jika sekiranya kita mempunyai kesempatan untuk terjun ke dunia politik alangkah lebih baiknya jika kita selalu bersikap konsisten terhadap apa yang kita aspirasikan
.

KESIMPULAN

Rasa Nasionalisme bangsa dan juga masyarakat sekarang ini semakin berkurang, negara lain sudah mulai mengembangkan teknologi, kita masih saja perang saudara yang mayoritas menindas miyoritas, yang kuat menindas yang lemah ,yang kekuasaan tinggi menindas rakyat jelata. Apakah ini yang namanya Nasionalisme? Jaman Penjajahan Rakyat indonesia bersatu antar suku, bahasa, agama, ras untuk mengusir penjajah. tapi sekarang penjajah itu adalah kita sendiri.
 Pemerintah berdasarkan  atas sistem konstitusi (hukum dasar) tidak bersifat absolute (kekuasaan tidak terbatas). Sistem ini memberikan penegasan bahwa cara pengendalian pemerintahan dibatasi oleh ketentuan-ketentuan hukum  lain  merupakan  produk kostitusional, ketetapan MPR, Undang-Undang dan sebagainya. Dengan demikian, sistem ini memperkuat dan menegaskan lagi bahwa sistem negara hukum. Dengan landasan kedua sistem negara hukum dan sitem konstitusional diciptakan sitem mekanisme hubungan dan hukum antar lembaga negara, yang sekiranya dapat menjamin terlaksananya sistem itu sendiri dan dengan sendirinya juga dapat memperlancar pelaksana pencapaian cita-cita nasional.
           
 Hubungannya sistem konstitusi dengan sistem politik dan ketatanegaraan itu sendiri adalah dimana pengertian sistem politik yaitu sekumpulan pendapat, prinsip, yang membentuk satu kesatuan yang berhubungan satu sama lain untuk mengatur pemerintahan serta melaksanakan dan mempertahankan kekuasaan dengan cara mengatur individu atau  kelompok individu satu sama lain atau dengan Negara dan hubungan Negara dengan  Negara yang  terikat akan suatu sistem konstitusi itu sendiri yaitu suatu peraturan perundang-undangan yang di atur oleh suatu negara itu sendiri untuk segala unsur yang ada dalam sitem politik dan ketatanegaraan tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
Muctar Lubis.  Dokumen-dokumen pilihan tentang politik luar negri Amerika Serikat dan Asia. Yayasan obor  Indonesia Jakarta 1991
R. soeprapto. Hubungan internasional sistem interaksi dan perilaku.jakarta 1997

IDENTITAS DAN KONFLIK INGGRIS - AMERIKA SERIKAT



IDENTITAS DAN KONFLIK INGGRIS - AMERIKA SERIKAT
OLEH: TRIANING THIAS[1]


A.  PENDAHULUAN
Inggris adalah negara kerajaan yang terkenal dan makmur. Nenek moyangnya yang agresif, mengarungi samudera luas dan menaklukan serta menjajah bangsa-bangsa di Benua Asia, Afrika, Australia dan Amerika. Pengaruhnya yang kuat dan jajahannya yang sangat luas membuat bahasa Inggris menjadi bahasa utama di dunia. Jumlah jajahannya tidak kurang 65 negara yang terdiri atas 48 negara persemakmuran dan 17 masih bersifat koloni.[2] Amerika sendiri merupakan bekas jajahan Inggris dan merdeka pada tanggal 4 Juli 1776. Amerika merupakan negara super power  dan paling maju di dunia.[3] 
Pada saat perang Inggris dan Perancis, banyak orang Amerika yang menjadi tentara rakyat dengan tidak pernah menerima latihan terlebih dahulu. Mudah dipahami apabila mereka kurang mengenal disiplin tentara yang sebenarnya, apalagi mereka masih muda berusia antara 16 hingga 29 tahun. Walaupun demikian dengan berbagai pertempuran yang ada membuktikan bahwa mereka adalah para pejuang yang harus diperhitungkan. Secara terperinci tentang tentara rakyat Amerika yang mengabdi untuk waktu yang terbatas diuraikan berikut ini:
During time of war English colonist became reluctant mili-tiamen who would only serve for shorts terms and who were untrained as soldiers. They proved themselves to be the firstrate fighters on many occasions, but they often refused to fight beyond the boundaries of their own colony or during the seasons when they were needed on the farm.[4]
Sebagian mereka ada yang marah terhadap sikap tentara Inggris yang menhukum mereka jika melanggar disiplin. Akibatnya, setelah perang selesai secara umum orang Amerika mulai menemukan identitasnya. Walaupun mereka masih mengibarkan bendera Inggris atau minum arak untuk kesahatan raja Inggris, tetapi mereka secara mantap menyatakan bahwa diri mereka sebagai warga koloni AS. Hal ini sejalan dengan ucapan mereka, seperti: “I am a Massachusetts man, a Virginia man, a Georgia man.[5]
Selain mempunyai identitas yang makin mantao, wawasan mereka juga makin meluas karena sejak pertengahan abad XVIII hubungan dagang antara Amerika Serikat, Inggris dan Perancis semakin lancar. Selain itu, mereka yang berharta juga dapat memuaskan selera model pakaian mereka. Sebagian mereka ketika di kota-kota besar dapat memerhatikan boneka diberi pakaian model mutakhir yang dikenal sebagai grand courier de la mode (guide to the fashions). Bahkan dikatakan “If you went to Philadhelphia or New York or Boston, you would find theaters, newspaper, concerts, dances, tavernsthe various things that make up the web of city lfe.”[6] Selain berbagai pusat hiburan, Amerika Serikat juga berhasil mengembangkan industri bajanya.





B.  PEMBAHASAN
Dalam kondisi masyarakat koloni yang demikian itu, Inggris ingin menguatkan pemerintahan koloninya secara kurang bijak.[7] Perang dengan Perancis juga banyak menghabiskan dana Inggris sehingga mereka yang berkuasa di London ingin membayar berbagai pengeluaran yang ada. Semua pengeluaran tadi telah berganti menjadi hutang. Sejak 1754 hingga perang selesai, hutang Inggris dari 73 juta pound menjadi 137 juta pound. Pelunasan hutang dapat segera dilakukan Inggris jika Amerika turut membayar sehingga sewajarnya apabila penduduk Amerika dikenakan pajak.[8]
Pada prinsipnya semua pajak yang akan dipungut dari koloni ditentang rakyat Amerika secara keras karena belum pernah sebelumnya parlemen membebani koloni dengan pajak. Agar protes mereka mendapat perhatian dari kelompok penguasa, mereka meneriakkan “No Taxation without representation” beberapa contoh pajak yang mendapat protes diantaranya:[9]
  1. Sugar Act (1764)
Mengenakan pajak kepada gula, kopi, anggur, dan berbagai hasil yang lain seperti besi, bahan mentah sutera serta potash, yang diimpor ke Amerika Serikat.
  1. Currency Act (1764)
Yang melarang Amerika mencetak uang kertas sendiri. Larangan ini sangat merugikan karena orang Amerika tidak mempunyai tambang emas atau perak dan tidak dapat mengimpor emas karena akan menyebabkan deficit neraca perdagangan.


  1. Stamp Act (1765)
Yang mengenakan pajak kepada semua barang yang dicetak di Amerika Serikat. Semua surat kabar, dokumen rahasia, surat izin, bahkan juga kartu mainan dikenakan pajak tanpa pengecualian.
  1. Quartering Acts (1765 dan 1774)
Disetujui parlemen walaupun keadaan masih meragukan. Ia memberi pedoman baru bahwa tentara yang dikirim ke koloni harus disediakan perumahan dan makanan oleh koloni. Akibatnya, banyak rakyat koloni beranggapan bahwa kebebasan koloni akan dibatasi. Keadaan makin buruk ketika rakyat Amerika memboikot berbagai barang dari Inggris. Hampir seribu pedagang Amerika sepakat secara resmi tidak akan mengimpor barang dari Inggris. Akibatnya, banyak pedagang Inggris dirugikan.
 Ramainya protes dan resolusi dari Amerika telah mengalahkan George Grenvile dan digantikan oleh Lord Rockingham sebagai perdana menteri, kemudian parlemen mengadakan siding istimewa . akhirnya pada Maret 1766 parlemen setuju membatalkan Stamp Act. Pada hari yang sama parlemen menyetujui berlakunya Declaratory Act yang menyatakan bahwa koloni adalah subordinat dan parlemen dapat membuat undang-undang untuk mengikat kawasan dan rakyat Amerika. Pada Juni 1767 lahirlah Townshend Act yang mengenakan pajak kepada cermin, cat, kertas dan the yang diimpor ke Amerika serikat agar membolehkan Inggris mendapat 40 ribu pound dari Amerika serikat. Suasana terkontrol sekitar enam bulan, tidak berapa lama banyak rakyat koloni memboikot berbagai barang dari Inggris. Akibatnya pada akhir tahun 1769 impor dari Inggris merosot secara drasts dan tinggal setengah saja.
Pada 1768 Samuel Adams dari Boston berpendapat bahwa parlemen tidak berhak membuat Undang-undang berkaitan dengan koloni. Pada masa yang hampir sama, lanjutan dari Kongres Kontinental Pertama pada Oktober 1765, dewan perwakilan Massachusetts telah mengantar Circular letter kepada badan perwakilan di berbagai negeri. Kemudian Lord Hillsborough sebagai menteri koloni memerintahkan agar gubernur membubarkan dewan perwakilan Massachusetts. Dia bahkan mengantar dua resimen tentara ke Boston. Adanya tentara ini telah memancing amarah penduduk setempat. Beberapa insiden kecil terjadi antara tentara merah dengan penduduk Boston dan mencapai puncaknya pada Maret 1770 dengan lahirnya Pembunuhan Boston. Tentara tersebut telah menembak banyak rakyat yang marah atas kehadiran mereka. Akibatnya pada April 1770 Town-shend dibatalkan kecuali pajak untuk teh.[10]
Berbagai gejolak yang terjadi dalam koloni sebenarnya cermin daripada protes terhadap raja Inggris yang mencoba menjadi penguasa tunggal. George III berjuang keras untuk dapat menjadi raja yang dapat mengemudikan kerajaan di tangannya sendiri. Perdana menteri yang diangkatnya sekadar melakukan apa yang diinginkan. Sewaktu-waktu raja dapat mengganti perdana menteri yang dianggap George III telah gagal dalam tugasnya atau karena raja tidak menyukainya.[11]
Selama sekitar dua tahun keadaan menjadi aman, tidakada kejadian penting. Banyak pedagang yang mengimpor teh dan membayar cukainya pula, tetapi banyak juga rakyat yang tetap memboikot teh dari Inggris. Penyelundupan barang-barang impor, terutama teh dari Belanda. Patrol tentara laut Inggris untuk mengikis penyelundupan makin digalakkan. Umpamanya patrol yang dilakukan perahu Gaspee di teluk Narragan-sett, di sebelah selatan Providence 1772. Dalam mengejar penyelundup, komandan Gaspee Letnan Dudingston mengusut hampir semua orang didaerah tersebut. Akibatnya, pada malam hari rakyat yang marah karena dicurigai menyerang Gaspee. Selain melukai Dudingston, perahu tersebut dibakar hangus.
Inggris yang mencoba menyelidiki peristiwa ini tidak memperoleh kerjasama dari siapa saja, semuanya  tutup mulut, tidak mau memberikan keterangan. Keadaan makin bertambah buruk karena Lord North (perdana menteri baru) memberikan izn EIC (East India Company) menjual 17 juta pon teh ke Amerika Serikat, agar EIC tidak bangkrut. Banyak keuntungan yang diperoleh EIC tetapi suap menyuap, biaya tentara untuk keamanan telah merugikan EIC. Kerajaan Inggris memeras kekayaan koloni. Dengan penjualan teh dengan harga yang melawan karena EIC menjual langsung ke Amerika Serikat dengan tidak dikenakan cukai, EIC tetap meraih keuntungan yang cukup banyak.
Rakyat setempat tidak gembira, tetapi mereka marah. Mereka mempertanyakan tidak saja pajak teh tetapi juga hak monopoli yang dinikmati EIC. Di Boston, ribuan rakyat setempat menunggu saat kedatangan kapal Dorthmouth yang sampai pada 27 November 1773. Mereka berhasil agar awak kapal tidak membongkar kapal. Dalam saat yang kritis ini, pada 16 desember Gubernur Hutchinson bersiap untuk merampas the tersebut. Tiba-tiba sekelompok orang kulit putih yang menyamar sebagai orang Indian telah naik ke kapal dan membuang muatannya ke laut. Banyak orang yang ada sorak sorai bergembira. Raja George III yang marah telah memberikan ultimatum “We must master them or totally leave them to themselves”. Parlemen segera memberi jawaban dengan memberlakukan tiga undang-undang yang dikenal dengan Coersive Act pada 1774. Awal-awalnya parlemen merancang Boston Port Act yang menutup pelabuhan Boston untuk perdagangan sehingga rakyat Boston membayar harga teh yang dibuang ke laut. Kemudian diberlakukan Justice Act yang memungkinkan siapa saja yang didakwa membunuh,dapat diadili di luar koloni tempat terjadinya kasus terlibat. Akhirnya diberlakukan Quartering Act yang memberikan wewenang penuh kepada komandan tentara memberi  tempat kediaman tentara-tentaranya walaupun tempat tersebut adalah perumahan pribadi.[12]
Yang sukar dipahami rakyat adalah Coersive Act hanya berlaku secara konsisten di Massachusett. Politik ini diamalkan dengan harapan agar koloni yang lain menjadi sadar dan mau mengikuti apa yang diinginkan Inggris kelak. Tetapi jawaban rakyat hampir sama karena mereka merasakan tidak ada keadilan dari undang-undang yang berlaku.


C.  PENUTUP
Pada Juni 1774 diadakan musyawarah antar delegasi dari seluruh koloni kecuali Georgia. Mereka sepakat bahwa mereka menginginkan adanya wakil di parlemen sehingga dapat memperjuangkan nasib koloni. Parlemen masih mempunyai hak untuk membuat undang-undang bagi koloni tetapi tidak untuk mendominasi koloni.[13]
Berbagai usul disajikan, ada yang berhasil dan memberi makna keras kepada semua delegasi karena usul tadi tidak saja diucapkan tetapi juga disertakan dengan pamplet. Adapula usul Joseph Galloway yang coba mengatur hubungan antara Inggris dengan koloni. The Galloway Plan hampir identik dengan yang direncanakan B. Franklin 1754 yaitu Albany Plan yang akan mempersatukan Inggris dan koloni saat menghadapi musuh bersama Prancis. Usul tersebut ditolak. Parlemen setuju pada Januari 1775, digunakan tentara untuk menghukum Massachusett. Dengan tuduhan memberontak terhadap kerajaan, semua daerah nelayan dan berbagai pelabuhan mereka ditutup. Akibatnya, mulai timbul keinginan rakyat Amerika Serikat untuk melepaskan diri dari pemerintahan Inggris. Segera saja rakyat Massachusett menubuhkan pasukan sukarela untuk mempertahankan diri sekiranya diserang tentara Inggris.
Perjuangan kemerdekaan Amerika Serikat mulai kelihatan kesannya, karena para aktivisnya setuju dengan symbol revolusi yaitu the son of liberty.  Dengan symbol ini satu decade yang lalu mereka berhasil memaksa Adrew Oliver berhenti sebagai agen penjual perangko. Pada 14 Agustus 1765. Tetapi sebelum 1775 pengaruh symbol ini terbatas, lebih bersifat kaum elit. Banyak yang memberikan dukungan, mengumpulkan senjata dan melatih pengikutnya dalam ketentaraan. Mereka siap berperang apabila diperlukan. Semua ini memperkuat tekad menentang usul dari Kerajaan Inggris.

BIBLIOGRAFI

Haikal, Husain. 1997. Pencerahan, Identitas dan Konflik Inggeris-Amerika Serikat (INFORMASI: Kajian Masalah Pendidikan dan Ilmu Sosial No. 1 Th. XXV. 1997)

Norton, Beth Mary, et.al. 1990. A People and A Nation A History of the United States.Boston: Houghton Mifflin

Songo, Edi. 2007. Buku Genius Senior. Jakarta: Wahyu Media
Soebantardjo. 1961. Sari Sedjarah Djilid II: Eropah-Amerika. Jogjakarta: Bopkri



[1] Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
[2] Songo, Edi. 2007. Buku Genius Senior. Jakarta: Wahyu Media, hal. 267
[3] Ibid., hal. 201
[4] Haikal, Husain. 1997. Pencerahan, Identitas dan Konflik Inggeris-Amerika Serikat (INFORMASI: Kajian Masalah Pendidikan dan Ilmu Sosial No. 1 Th. XXV. 1997),hal. 5 dalam Arthur M.Schlesinger. 1987. The Historical Climate of Reform. Guildford: The Dushkin Pub, hal. 236
[5] Norton, Beth Mary, et.al. 1990. A People and A Nation A History of the United States.Boston: Houghton Mifflin, hal. 110 dalam Haikal, Husain. 1997. Pencerahan, Identitas dan Konflik Inggeris-Amerika Serikat. Yogyakarta: IKIP Yogyakarta, hal. 6
[6] Ibid., hal. 7
[7] Inggris ingin membalas dendam terhadap penduduk Amerika. Walaupun Amerika telah bekerja keras membantu Inggris dalam Perang Tujuh Tahun, tetapi  Amerika tetap berdagang dengan musuh-musuh Inggris. Inggris merasakan dirugikan dan enggan melihat penderitaan dan berbagai sumbangan penduduk koloninya selama perang tersebut. (Lihat Soebantardjo. 1961. Sari Sedjarah Djilid II: Eropah-Amerika. Jogjakarta: Bopkri, hal. 135-138)
[8] Haikal, Husain. 1997. Pencerahan, Identitas dan Konflik Inggeris-Amerika Serikat. Yogyakarta: IKIP Yogyakarta, hal. 8
[9] Ibid., hal. 8-10
[10] Ibid.,hal.12
[11] Ibid.,
[12] Ibid.,hal.14
[13] Tersaji dalam A Declaration of Right and Grievances (sepakat membuat protes keras terhadap segala tindakan Inggris sejak 1763, rakyat mengankat senjata apabila hak mereka dilanggar, menumbuhkan Continental Association untuk memboikot barang dari Inggris dan menghentikan ekspor ke Inggris)

Rabu, 25 April 2012

tanpamu

kali ini aku merasakan betapa indahnya ketenangan jiwa tanpamu.
serasa bernafas legaa
saat tak ada bayang-bayang dirimu yang mengikutiku.
tak perlu merasa khawatir terhadap seseorang
tak perlu

hmmm alhamdulillah damai kurasa hatiku

aku bisa berteman dengan siapa saja yang kumau
aku bisa dekat dengan sahabat-sahabatku
aku bisa jalan n main bersama teman2 tanpa harus izin

alhamdulillah
kusadari sungguh
ternyata ini jauh lebih indah

ketenangan yang amat dalam telah kurasakan saat ini,
tanpamuu

terimakasih sudah melepaskanku dari belenggu yang menjeratku dan membuatkku tak bisa bernafas lega selama iniii...

semua yang telah terjadi hanya sebuah kenangan.
yang kan kujadikan pelajaran berharga,,,

menikmati kesendirian bersama teman2 dan keluarga jauuh lebih membahagiakan untuk saat ini,,,


yee yee ku bernafas legaaaaa

terima kasih ya alloh telah menyelamatkanku dari dosa-dosa yang selama ni mebelengguku dan menghancurkanku.
kutau ini adalah yang terbaik.

terima kasih atas semuanya




Sabtu, 07 April 2012

tak kan lagi

tak kan lagi ada cinta untukmu
ku hapus semua
seorang yang aku anggap baik selama ini, tulus ternyata tidak seperti yang aku kenal.
takkan lagi,
tak pernah ku benci,
hanya sekedar menghapus cinta yang ada.
ku matikan perasaanku selamanya
tlah kututup pintu hatiku untukmu
now and forever

Senin, 12 Maret 2012

ahahaha

ahahahha
ku bahagiaaaaa.....


"dibalik duka tersimpan banyak hikmah"
terima kasih ya alloh telah memberikan cobaan itu. semua yang telah terjadi membuatku semakin tegar n semakin lebih baik. amin

fokus fokus fokus

chayooooo

Sabtu, 10 Maret 2012

inspirasi

setelah baca buku2 tentang pacaran, jadi terinspirasi.
'gak boleh berlebihan dlm cinta.'
aduuhhh jadi merasa tersindir baca buku2 itu.
merasa pernah berlebihan menyayangi seseorang dan bersikap seakan2 dia segalanya.
GAK MAU AHH
kasihan suami ku nanti.
oh calon suamiku maafkan aku.

aku tau kau akan datang di waktu yang tepat dan dengan cara yang indah. aku akan selalu menunggu kehadiranmu.ehe


Jumat, 09 Maret 2012

moving on

its time for moving on
i won't remember all about u again

so hard but i can do it!!!

i'll promise to forget u and will be better without u

of course, i can

"bittersweet memories with u"

thanks for all,

with n without u its same for me

amin