Sabtu, 29 Maret 2014

Keberlangsungan Hidup bagi Penduduk Pedesaan Terutama yang Kurang Mampu dan Berprestasi

Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang beragam. Pembangunan yang tidak merata menjadi salah satu kekurangan yang perlu ditindak lanjuti. Jika kita melihat kota-kota besar begitu pesat perkembangannya. Bagaimana dengan wilayah pedesaan? Yang notabene nya terhambat oleh jarak jangkau? Apakah penduduk di pedesaan tidak boleh berkembang dan maju? Apakah penduduk di pedesaan akan terus kesulitan mendapatkan kelayakan?
Sebut saja sebuah daerah di kampung halaman saya, akses untuk ke kota sulit. Ada pula sebuah desa di daerah saya, yang begitu jauh jangkauannya, hanya ada satu angkutan mini bus, jalanan yang curam, terlihat begitu pedalaman. Ditambah lagi mobilitas nya yang terbatas. Untuk berkembang pun butuh waktu yang jauh lebih lama. Seharusnya, pembangunan itu dilaksanakan secara merata. Banyak penduduk miskin yang berhak mendapatkan bantuan, akses perjalanan yang memadai, pendidikan yang bagus. Sampai kapan penduduk di desa akan terus terbelakang?
Apakah anak-anak mereka tidak pantas mendapatkan pendidikan yang layak, di sekolah yang bagus? Faktanya, sekolah yang berkualitas baik di pedesaan bisa dihitung. Padahal, anak-anak di pedesaan memiliki kemauan belajar yang tinggi. Bukti nyata, teman-teman saya sewaktu duduk di bangku SMP memiliki prestasi yang membanggakan, tetapi sangat disayangkan karena alasan biaya ia tidak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Banyak anak-anak pedesaan yang kesulitan mendapatkan pendidikan karena memang kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan.
Dan banyak pula penduduk desa yang terpaksa merantau ke kota untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, untuk menjadi lebih baik kehidupannya nanti. Karena apa? Karena di pedesaan sulit untuk mendapatkan pekerjaan, gaji tidak seberapa, sedangkan kebutuhan semakin tinggi. Apalagi bagi seorang anak pertama di keluarga nya, ia harus berjuang keras membantu orang tua agar adik-adik mereka bisa sekolah lebih tinggi. Banyak penduduk desa yang memiliki motivasi dan cita-cita yang mulia, bukan? Demi keluarga dan adik-adik mereka bahkan untuk kerabat lain yang masih membutuhkan bantuan mereka. Mereka semua ingin hidup lebih layak oleh karena itu mereka rela merantau dan jauh dari orang tua. Dalam hati, mana ada anak yang ingin jauh-jauh dari orang tua? Saya yakin tidak ada yang mau. Tapi, keadaan yang memaksa nya.
Saya yakin, bukan cuman di daerah saya yang masih seperti itu. Masih banyak mungkin yang jauh lebih terbelakang.
Saya sangat berharap, pembangunan di desa akan semakin meningkat dan memiliki sumber daya manusia yang bagus pula. Bukan cuman disaat menjelang pemilu, para parpol berlomba-lomba mendatangi dan memberikan bantuan. Alangkah baiknya, bantuan yang terbaik itu adalah memberikan ilmu dan keterampilan untuk bekal bekerja nanti. Terutama bagi anak-anak yang tidak bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Tentu nya, dengan memberikan secara cuma-cuma bagi yang tidak mampu. Bukan dengan memungut uang yang melambung tinggi.

Sekian

Oleh: Trianing Thias

Tidak ada komentar: