Minggu, 30 Maret 2014

Ibadah

Sebuah kegiatan batin yang menenangkan jiwa. Yaa itu adalah ibadah menurut saya.
Ketika aku bahagia, aku berusaha memanjatkan syukurku kepada Sang Pencipta, membagi sebagian rizki ku sebagai ucapan syukur.
Ketika hati ku gundah gulana, aku bercerita melalui sholat di hadapan-Nya, membacakan ayat-ayat suci yang menenangkan jiwa.
Ketika aku bersedih dan merasa tidak kuat menjalani hidup, aku berusha mengingat-Nya melalui dzikir, sholat dan membaca Al-Qur'an.
Kesemuanya itu adalah rangkain ibadah yang menangkan jiwa dan raga.

Tidak ada obat yang lebih baik dari ibadah :)

Sabtu, 29 Maret 2014

Pendidikan Merata untuk Seluruh Rakyat Indonesia

Murid yang beragam, sekolah yang beragam membuat saya berfikir "Apakah hanya orang yang mempunyai uang banyak yang bisa mendapatkan pendidikan dan fasilitas pendidikan  yang bagus?"
Kenyataannya memang sekolah-sekolah yang berstandar Nasional ataupun Internasional memiliki fasilitas yang bagus, "Sesuai dengan kantong orang tua nya"
Sedangkan masyarakat yang kurang, hanya bisa menyekolahkan anak-anak nya di sekolah biasa yang fasilitas pun tidak memadai.

Jika bandingkan jelas sangat mencolok sekali, misalkan si A sekolah di SDIT akreditasi A, si B sekolah di SD negeri favorit di kota nya, si C sekolah di SD negeri yang biasa saja (tidak favorit), dan si D sekolah SD swasta yang biasa saja di kota nya (terkenal juga tidak)

Lihat dan bandingkan prestasi yang dimiliki anak-anak itu? Lihat kreativitasnya?
Jauuuuhhh sekali pasti perbedaannya.
Padahal, anak-anak seumuran mereka harusnya mendapatkan pendidikan yang layak tentu saja yang mampu meningkatkan kreativitas mereka. Karena menanamkan moral, nilai-nilai, kreativitas sejak dini akan tertanam dengan baik di benak mereka sampai mereka dewasa nanti. Maka dari itu, pentingnya meningkatkan dan meratakan pendidikan sejak mereka dini. Agar anak-anak Indonesia mampu bersaing di dunia yang akan datang.
Semog pemerintah akan lebih meningkatkan dan meratakan lagi pendidikan  di Indonesia.
Masa depan negara kita adalah cerminan anak-anak kita. Maka, kita harus berjuang lebih keras menjadikan putra-putri kita lebih baik lagi. Bukan sekedar cerdas tapi berkarakter dan berjiwa yang kuat.

Semoga Pendidikan di Indonesia semakin baik ke depannya, berpihak ke seluruh lapisan masyarakat. Karena semua anak pada dasarnya memiliki kesempatan yang sama untum menjadi cerdas da  berjiwa kuat. Mereka semua pantas diberikan yang terbaik.

Keberlangsungan Hidup bagi Penduduk Pedesaan Terutama yang Kurang Mampu dan Berprestasi

Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang beragam. Pembangunan yang tidak merata menjadi salah satu kekurangan yang perlu ditindak lanjuti. Jika kita melihat kota-kota besar begitu pesat perkembangannya. Bagaimana dengan wilayah pedesaan? Yang notabene nya terhambat oleh jarak jangkau? Apakah penduduk di pedesaan tidak boleh berkembang dan maju? Apakah penduduk di pedesaan akan terus kesulitan mendapatkan kelayakan?
Sebut saja sebuah daerah di kampung halaman saya, akses untuk ke kota sulit. Ada pula sebuah desa di daerah saya, yang begitu jauh jangkauannya, hanya ada satu angkutan mini bus, jalanan yang curam, terlihat begitu pedalaman. Ditambah lagi mobilitas nya yang terbatas. Untuk berkembang pun butuh waktu yang jauh lebih lama. Seharusnya, pembangunan itu dilaksanakan secara merata. Banyak penduduk miskin yang berhak mendapatkan bantuan, akses perjalanan yang memadai, pendidikan yang bagus. Sampai kapan penduduk di desa akan terus terbelakang?
Apakah anak-anak mereka tidak pantas mendapatkan pendidikan yang layak, di sekolah yang bagus? Faktanya, sekolah yang berkualitas baik di pedesaan bisa dihitung. Padahal, anak-anak di pedesaan memiliki kemauan belajar yang tinggi. Bukti nyata, teman-teman saya sewaktu duduk di bangku SMP memiliki prestasi yang membanggakan, tetapi sangat disayangkan karena alasan biaya ia tidak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Banyak anak-anak pedesaan yang kesulitan mendapatkan pendidikan karena memang kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan.
Dan banyak pula penduduk desa yang terpaksa merantau ke kota untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, untuk menjadi lebih baik kehidupannya nanti. Karena apa? Karena di pedesaan sulit untuk mendapatkan pekerjaan, gaji tidak seberapa, sedangkan kebutuhan semakin tinggi. Apalagi bagi seorang anak pertama di keluarga nya, ia harus berjuang keras membantu orang tua agar adik-adik mereka bisa sekolah lebih tinggi. Banyak penduduk desa yang memiliki motivasi dan cita-cita yang mulia, bukan? Demi keluarga dan adik-adik mereka bahkan untuk kerabat lain yang masih membutuhkan bantuan mereka. Mereka semua ingin hidup lebih layak oleh karena itu mereka rela merantau dan jauh dari orang tua. Dalam hati, mana ada anak yang ingin jauh-jauh dari orang tua? Saya yakin tidak ada yang mau. Tapi, keadaan yang memaksa nya.
Saya yakin, bukan cuman di daerah saya yang masih seperti itu. Masih banyak mungkin yang jauh lebih terbelakang.
Saya sangat berharap, pembangunan di desa akan semakin meningkat dan memiliki sumber daya manusia yang bagus pula. Bukan cuman disaat menjelang pemilu, para parpol berlomba-lomba mendatangi dan memberikan bantuan. Alangkah baiknya, bantuan yang terbaik itu adalah memberikan ilmu dan keterampilan untuk bekal bekerja nanti. Terutama bagi anak-anak yang tidak bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Tentu nya, dengan memberikan secara cuma-cuma bagi yang tidak mampu. Bukan dengan memungut uang yang melambung tinggi.

Sekian

Oleh: Trianing Thias

Harapku

Ya Rabb, aku memohon Engkau mengampuni semua dosa-dosaku, baik yang sengaja maupun tidak, yang besar maupun yang kecil, yang terlihat maupun tidak terlihat. Sungguh, hati ku beriman kepada-Mu.

Ya Rabb,
Jika aku bole meminta,
Aku minta berikan kedamaian selalu dalam hatiku kepada siapa saja yang telah memberikanku bahagia, kepada siapa saja yang telah memberikan luka. Hatiku menolak segala bentuk kebencian, tetapi pikiranku terkadang terlalu berlebihan. Maafkan aku Ya Rabb.
Hatiku tidak pernah menginginkan sedikitpun kebencian, Engkau pasti tau itu.

Ya Rabb, ku mohon kepada Engkau. Jaga lah aku dan keluarga, dari segala macam keburukan, kemaksiatan, fitnah, penderitaan. Jadikanlah kami orang-orang yang beruntung dunia dan akhirat. Jagalah aku dan keluarga besarku  tuntunlah kami selalu.

Ya Rabb,
Karuniakanlah kepada-Ku pasangan jiwaku yang terbaik untukku,
Yang mampu menjadi pemimpin untuk hati dan hidupku, membimbingku dan keluargaku agar selamat dunia dan akhirat,
Mampu menjadi imam dalam keluarga kecilku nanti, mampu berbaur dengan keluargaku dengan baik.
Jadikanlah aku istri yang sholehah kelak ketika aku berkeluarga. Karuniakanlah kebahagiaan dalam keluarga ku nanti. Karuniakanlah anak-anak yang sholeh dan sholehah.
Ya Rabb,
Mungkin aku belum pantas mendapatkan yang terbaik, tapi aku akan berusaha menjadi lebih baik setiap hari nya. Aku tetap mengharapkan pasangan jiwa yang beriman, sholeh, baik untuk dunia dan akhiratku.

Amin....

Sungguh, hanya Engkau Yang Berkehendak atas segala sesuatu.
Aku pasrahkan hati dan hidupku kepada-Mu, ya Rabb.

Bimbinglah aku selalu menuju ridho-Mu

Doa

Aku bahagia jika mendengar orang memanjatkan doa untukku. Doa-doa yang baik untukku
Doa Ibuku, doa keluarga.
Doa guru-guru
Doa sahabat-sahabatku
Doa murid muridku
Doa orang-orang yang dengan tulus menyayangiku :)

Aku akan dengan semangaaat meng- amin kan doa-doa yang mereka panjatkan. Amiiiiiiiinnnnn~

Semoga doa-doa yang baik diijabah Allah SWT. Amiiiiinnn

Pengabdian

Bagiku, mengajar itu bukan pekerjaan yang mudah. Tanggungjawabnya besar. Mengajar itu lebih kepada passion, mengabdi dan pekerjaan hati.

Tapi siapa yang menyangka, aku begitu nyaman seperti ini. Dengan gaji yang alhamdulillah cukup, membagi ilmu, berjuang bersama murid, bersosialisasi, semua nya begitu sulit diceritakan dengan kata-kata betapa menawannya menjadi seorang pengajar.

Aku mencintai pekerjaanku, apa-apa yang aku kerjakan, aku mencintai murid-muridku, guru-guru di sekolahku, mencintai orang-orang di sekelilingku

Mereka mengajarkan banyak hal untukku. Memberikan makanan untuk jiwaku.

Ya Rabb, jika aku Engkau takdirkan menjadi pengajar. Jadikan aku pengajar yg baik, menyampaikan ilmu dengan benar, bermanfaat untuk murid2 dan org2 sekelilingku. Jadikan aku orang yang lebih baik setiap harinya. Menjadi teladan untuk murid-murid, menjadi orang yang senatiasa mau belajar. Tinggikan lah ilmu ku dan rendahkanlah hati ku setiap hari nya. Amin~

Wonderful Day

Setelah kemaren aku mengalami hari yang cukup berat. Hari ini aku disambut dengan kebahagiaan yang beruntun. Mulai dari masuk ke gerbang sekolah, bertemu dengan guru-guru tercinta. Memulai dengan membagi ilmu ke sesama guru. Itu hal yang begitu menyenangkan. Sederhana memang, sekedar membagi apa yang kita punya. Tapi itu melegakan hati, membuat hati berbunga-bunga. Aku senang jika dibutuhkan dan bermanfaat oleh orang-orang disekelilingku. Bahagia rasanya.
Seharian berkutat dengan komputer tidak membuatku lelah, karena aku ingin membagi dan membantu agar murid-murid ku bertambah ilmunya dan agar guru-guru di sekolahku juga pandai menggunakan komputer. Iklim di sekolah yang menyenangkan, guru-guru yang baik, murid-murid yang senantiasa memberikan semangat dalam jiwa serta kepala sekolah yang awesome. :D
Bersyukur sekali rasanya bergabung dalam dunia pendidikan
Memang, gaji yang diterima tidak seberapa, tapi insyaallah barokah. Bermanfaat untuk orang lain dan Alhamdulillah selalu ada aja rezeki yang datang.
Setelah selesai aktivitas di sekolah, sudah dapat panggilan dari mbakku tercinta untuk segera pulang. Jalan-jalan :D
Aku pun berpamitan dengan kepala sekolah dan guru-guru lainnya. Dan seperti biasa. Setiap ketemu guru, berhenti sejenak dan ngobrok sebentar dan kepala sekolah jg begitu. Asik jika sudah ngobrol hehe dan selalu jika hari sabtu pulang duluan diledekin "Buru-buru amat bu, mau malam mingguan ya" --" hehhe aku cuman senyum aja kalo ud diledekin seperti itu. Boro2 malam mingguan, ngrsain malam mingguan aja gak tau gmn. Tau nya jg ama keluarga  ucapku dalam hati(Anak Rumahan) --"
Setelah urusan sapa menyapa selesai, aku berjalan menuju parkiran motor dan segera ku rapikan helm dan jaket untuk pulang ke rumah tercinta. Ku pacu dengan kecepatan yang cukup cepat agar keluarga tidak terlalu lama menunggu.
Setelah sampai di rumah ternyata dzaki malah tidur, wkwkkw yasudah deh nunggu dia sampe bangun. Dan sekitar jam 3an baru dy bangun. Lama juga kan nungguin dia. Yah akhirnya baru jam 4an kita berangkat dan sampe stasiun Cilebut. Dan kereta pun datang, menikmati perjalanan d kereta. Tak disangka sampe di stasiun Depok Baru hujan begitu lebatnya. Duduk diam dalam stasiun sembari menunggu hujan reda. Yah akhirnya kita ojek payung juga. Sudah bosen nunggu d kereta. Sampailah kita d ITC, rencana makan ramen pun gagal karena kondisi yang tidak memungkinkan. Makanlah kita di food court dan selalu aku bingung kalo diajak makan di food court. Haha gak ada yg sreg. Akhirnyaa muter-muter aja dah tuh. Kujatuhkan pilihan pada takoyaki sebagai cemilan, kiwi bubble dan males mencari menu makan, ujungnya beli AW, wing spicy dan lemon tea. :D
Baru lah selesai makan kitaa belanja. Batik dan jam tangan tujuan utama yang harus di beli. Kebutuhan pokok sebagai tenaga pengajar yaa batik. Selesai belanja, menyusul dzaki di play ground dan pulaaaang~
:D

Minggu, 02 Maret 2014

I love my family

Akuu saangaaat mencintai keluargakuuu
Terutama kakak perempuan
I love her so much

:*
:*