Rabu, 29 Juni 2016
My destiny, where are u?
Entah...
Entah apa yang hatiku sekarang rasakan.
Hampa
Kosong
Yaa begitulah mungkin.
Tapi, terkadang sepi, rindu dengan sosok seorang (tapi bukan mantan atau gebetan).
Merindukan sosok imam.
Aku sadar aku butuh imam, aku butuh dia untuk hidup ku dan akhiratku kelak. Yaa aku butuh dia. Tapi, aku tidak tahu dia berada dimana sekarang. Aku tidak tahu siapa dia?
Ketika berusaha dan usaha sudah dilakukan dan kenyataannya semua hanya silih berganti. Sekarang hanya bisa pasrah dan kosong.
Mengosongkan hati tepatnya, untuk didiami imam sejati.
Aku sudah menunggu dan mengosongkan hati bertahun tahun lamanya (jatuh bangun) untuk kau isi, imamku.
Dan Allah masih memintaku bersabar menunggumu.
Apa kamu juga sedang merasakan hal yang sama sepertiku?
Merindukanku?
Membutuhkanku?
Mengosongkan sebuah ruang untuk kutempati?
Ya..imamku, sungguh aku memang belum sempurna menjadi kriteria istri.
Masih banyak harapan dan keinginan yang belum tergapai, belum pandai memasak, belum pandai mengatur uang.
Tapi, aku tidak bisa memungkiri bahwa aku merindukanmu, membutuhkan imam untuk dunia dan akhiratku. Membutuhkan kasih sayangmu.
Duhai imamku...
Dimanapun kamu berada saat ini,
Aku ingin sekali berkata
"Aku rindu, aku butuh kamu"
Semoga Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang senantiasa melindungimu, menjagamu, mensejahterakan hidupmu dimanapun kamu berpijak.
Semoga Allah menyegerakan pertemuan kita untuk membangun keluarga bersama.
Aamiin
Semoga kamu mengerti yang kurasakan saat ini, merasakan rindu ini.
Entah apa yang hatiku sekarang rasakan.
Hampa
Kosong
Yaa begitulah mungkin.
Tapi, terkadang sepi, rindu dengan sosok seorang (tapi bukan mantan atau gebetan).
Merindukan sosok imam.
Aku sadar aku butuh imam, aku butuh dia untuk hidup ku dan akhiratku kelak. Yaa aku butuh dia. Tapi, aku tidak tahu dia berada dimana sekarang. Aku tidak tahu siapa dia?
Ketika berusaha dan usaha sudah dilakukan dan kenyataannya semua hanya silih berganti. Sekarang hanya bisa pasrah dan kosong.
Mengosongkan hati tepatnya, untuk didiami imam sejati.
Aku sudah menunggu dan mengosongkan hati bertahun tahun lamanya (jatuh bangun) untuk kau isi, imamku.
Dan Allah masih memintaku bersabar menunggumu.
Apa kamu juga sedang merasakan hal yang sama sepertiku?
Merindukanku?
Membutuhkanku?
Mengosongkan sebuah ruang untuk kutempati?
Ya..imamku, sungguh aku memang belum sempurna menjadi kriteria istri.
Masih banyak harapan dan keinginan yang belum tergapai, belum pandai memasak, belum pandai mengatur uang.
Tapi, aku tidak bisa memungkiri bahwa aku merindukanmu, membutuhkan imam untuk dunia dan akhiratku. Membutuhkan kasih sayangmu.
Duhai imamku...
Dimanapun kamu berada saat ini,
Aku ingin sekali berkata
"Aku rindu, aku butuh kamu"
Semoga Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang senantiasa melindungimu, menjagamu, mensejahterakan hidupmu dimanapun kamu berpijak.
Semoga Allah menyegerakan pertemuan kita untuk membangun keluarga bersama.
Aamiin
Semoga kamu mengerti yang kurasakan saat ini, merasakan rindu ini.
Minggu, 03 April 2016
Jumat, 25 Maret 2016
Mentari sepertimu
Mentari...
Aku ingin menggapaimu
Meskipun jauh
Menyilaukan
Aku tetap disini
Tetap menantimu setiap pagi
Tetap membutuhkanmu
Tapi aku sadar, aku hanya bisa memandangmu dari jauh
Karena aku sadar terlalu dekat hanya akan membuatku terluka
Rabu, 16 Maret 2016
Mbahkung ku sayang
Selasa, 15 maret 2016
Jam 20.13 dihubungi nia (sodara) kalo mbah kakung meninggal. Awal nya aku dapat kabar dari Mas Anas. Pas saat pulang ke rumah, baru masuk langsung dapet kabar itu. Lemees rasanyaaa...Mbah kakung kesayangan aku, satu-satunya mbah yang aku punya (mbah dari ibu)
Mbahku sayang...
Aku sayaaang bgt ama mbah
Ya Allah
Aku mohon terimalah kebaikan mbahku
Jauhkan dari siksa kubur, siksa neraka.
Sayangi mbah dan masukkan ke surga Mu
Aamiin
Ya Allah kabulkan permohonanku
Langganan:
Komentar (Atom)